Saturday, November 28, 2015

Contoh Cerita Mini (Cermin)

Contoh cerita mini(Cermin)



Setibamu di Kotaku


Kau masih ingat denganku,bukan?” Bau asap rokok memenuhi rongga dadaku.”Maaf,aku lupa kalau kau tak merokok,”    Kami diam saja sambil melanjutkan kesibukan kami masing-masing.Tidak seperti dia yang dulu,yang selalu tersenyum dan banyak cerita lucu.Bukan seperti saat ini,kebisuan menghadiri majlis kami.
         
“Sejak kapan engaku berhubungan dengan asap-asap itu?”batinku.  Terlalu banyak jeda diantara kami,atau sebaiknya aku pulang saja dan kembali esok hari untuk berbincang dengannya lagi serta menyelesaikan obrolan yang belum selesai.Ataukah aku tak usah kembali lagi karena jika aku datang dan menemuinya lagi,pasti asap-asap beku itu yang akan membuang waktuku lagi menjadi serpih-serpih tak berguna.Baiklah aku akan kembali esok hari.Kubawa bacaan-bacaan dan novel-novel terbaru yang belum sempat kubaca untuk mencairkan suasana diantara kami.Aku tak mau jamuran seperti ini.Diam,menantikan bibirnya mengeluarkan suara atau bahkan asap-asap durjana itu lagi.
         
          Setibamu dikotaku,pagi menjadi teramat sejuk,embun-embun enggan beranjak meski sinar mentari telah perlahan pergi dari dalam jendela-jendela rumah.      Kuncup-kuncup kembang menjadi semarak taman bunga serupa kota sedang semarak festifval bunga.Aku mengingatmu pernah memberikanku sekuntum melati yang masih merekah malu-malu, namun harumnya bisa engkau bayangkan sendiri,bukan,begitu katamu waktu itu. Ketika aku menanyakan mengapa mesti yang belum sempurna.Diapun menjelaskannya lagi ,kesempurnaan belumlah menjadi faktor penentu keharuman .Pelajarilah kuntum melati itu,ia mengharum meski kelopaknya belum sempurnya ,aromanya terbawa angina,dan ketika orang mendekati,maka ia akan bingung dari kuntum manakah aroma harum itu,sebab semakin terdekati,maka melati menundukkan harumnya,menjadi wangi-wangi pad secangkir the atau seduhan masker-masker kecantikan.Aku manggut-manggut saja,meski tak seluruhnya aku menyetujui pendapat itu.
         
          “ah,bagiku engaku terlalu sempurna,saat itu.tapi…”    “Iya, ada apa ?” pandangannya menanya kepadku, sepertinya ia mengetahui bahwa aku meragukannya,saat ini .
         
          Aku terganggu dan tersenyum, membantah sendiri keraguanku tentangnya.Ia memandangku lama,menunggu jawaban dari hening yang kucipta.

          “Tidak,aku tidak berbicar apapun.”    “masih juga berbohong.”    ‘…’   aku linglung,tergagap dengan sempurna .
          Bulshitt,kenapa ia mengetahui jalan pikirku begitu rupa .Aku masih seperti yang ada dalam benakmu,seperti shinta yang menantikan sri rama menjemputnya dalam rahwana.
          “Hai,pagi.””sudah lama ?” Aku tersenyum saja tanpa menoleh kepadanya. Ekor mataku melirik bayangannya .Ternyata sama ,sapaannya pun tanpa harus mau tahu apa yang kulakukan .Hmmmmm ,sepertinya aku Dewi Shinta harus lebih bersabar lagi,pikirku dalam hati.

          “Oooo,itu,bagus,ceritanya menarik, setelah selesai kau baca nanti temui aku diteras belakang,ada yang ingin kubicarakan .”

          Belum sempat kujawab,bayangannya telah hilang dari arah suarnya berasal tadi.Huft.Masih kulanjutkan bacaanku,sambil sesekali melihat jam semenjak tawarannya padaku tadi.Aku menutup novel baru yang kubaca kali ini. Kulangkahkan kakiku diteras belakang.masih kudapati dia disini.
          “Masih disini,ada apa?”   tanyaku kemudian.   “Duduklah,biar lebih santai kita berbicara ,kopi itu buatmu, minumlah….” Jawabnya santai dengan senyum khasnya.
         
          Aku mengambil duduk di seberang meja dihadapannya .Kudapati ia tanpa asap nikotin itu. Kuminum sedikit kopi telah diseduhkan untukku.Dia masih mengingat kopi krim kesukaaanku.Terima kasih masih mengingat segala yang kusuka,aku berbunga-bunga.
          “Aku tak bisa tanpamu”
          “Lantas….”   Aku bingung.

          Dia menggandeng tanganku dan membawaku menyusuri aroma melati yang semerbak ditiup angina.Kami mengembara diantar putih mahkotanya yang berhamburan,menjelma bidadari dengan sayap-sayap indahnya. Menabur bulir-bulir embun diantar gugusan mega-mega kisah:asap rokok ,embun,kelopak melati dan seduhan kopi krimmer…


Penulis                 :Anis Choirun Niswah


1 comment: