Sunday, April 24, 2016

Review film Doea Tanda Cinta

Review film Doea Tanda Cinta
Nama-nama pemain utama: -Bagus 
 -Mahesa



-Laras




Film ini menceritakn tentang percintaan,persahabatan dan kehidupan menjadi tentara.Kisah ini berawal dari tokoh yang bernama Bagus(Fedi Nuril).Dia terpecut keinginannya untuk masuk militer saat ibunya memberi nasihat untuk masuk AKMIL dia pun akhirnya masuk Akmil. Dia bertemu dengan taruna-taruna seperjuangannya.Dia pun bertemu dengan Mahesa yang merupakan anak seorang jenderal dan merupakan teman sebaraknya.

Setelah melewati masa orientasi yang sangat melelahkan .Peleton Bagus pun dapat berpesiar (Jalan-Jalan).Bagus bingung mau mau berpesiar kemana .Akhirnya Bagus memiliki ide untuk bertanya pada taruna senior Bramantyo.Bagus pun akhirnya berpesiar dengan mahesa dan Bramantyo.

Bramantyo mengajak Bagus dan Mahesa untuk makan sate milik pamannya.setelah itu pun Bagus dan Mahesa pun bertemu saudara Bramantyo yaitu Laras .Bagus dan Mahesa pun jatuh cinta pada Laras. Setelah berpesiar mereka pun kembali ke Akmil .

Di saat malam waktu istirahat,Mahesa menceritakan bahwa dia mencintai Laras.Bagus pun lalu memendam cintanya karena didahului oleh temannya itu..

Setelah lulus dari Akademi Militer dan dilantik menjadi letnan dua Mahesa pun mau meminang Lara mnamun Laras menolak karena ingin melanjutkan kuliah .akhirnya Mahesa menunggu Laras.Hingga akhirnya Mahesa diberi penugasan untuk menumpas pemberontak di pedalaman hutan flores .Mahesa pun akhirnya gugur dalam tugas . dan akhirnya bagus menikahi laras…..




****…Untuk filmnya dapat didownload di youtube…pilih yang berpart.karena yang full film tidak ada suaranya….





Saturday, April 23, 2016

Puisi Lady White

Lady White
Oleh :M.Farih Rizki Pratama (19 april 2016)

Kau….
Dikau….
Lolonganku mungkin akan menggangumu
Wajah suramku yang akan kau tatap sekarang.
                        Berhari-hari kau akan melihatnya
                        Menutup semua keceriaan,polosku.
                        Bak bayi yang baru ternoda
                        Yang tertutup oleh gurat tawaku

Mungkin ku salah terka
Mungkin ku salah arti
Mungkin ku salah translatenya
Mungkin jua ku terlalu bodoh memaknainya
                        Tetapi aku sadar…..
                        Tak ada matahari dalam satu lapangan
                        Tak ada dua kursi yang kau sediakan
                        Tak ada 2 raja dalam satu kerajaan

Mungkin ini tanda perang
Asap hitam pun bergumpalan
Membumbung tinggi di atas kedamaian
Mulai memasuki kerajaan
                       
Telah kupersiapkan pasukan perang
Dengan segala perlengkapan
Tameng karat 24
Dan berbagai pedang

Namun,ku telah sadar
Pasukanku bukan pilihan
Senjatanyapun….
Senjata rongsokan.
                        Tak mungkin aku menang
                        Ku kalah sebelum berperang
                        Waktuku tu’ pulang
                        Mempersiapkan pengembaraan……








apabila,,, puisi ini dicopy mohon disertakan nama penulisnya ..... terimakasih